Sabtu, 28 Januari 2012

Hakekat Tasawwuf



Mistisisme islam diberi nama Tasawwuf dan oleh kaum orientalis barat di sebut sufisme. Kata Sufisme dalam istilah orientalis barat khusus dipakai untuk mistisisme Islam. Sufisme tidak dipakai untuk mistisisme yang terdapat dalam agama lain.

Tasawwuf atau sufisme sebagaimana halnya dengan mistisisme diluar agama islam, mempunyai tujuan memperoleh hubungan langsung dan disadari dengan Tuhan, sehingga disadari benar bahwa seseorang berada di Hadirat Tuhan. Intisari dalam mistisisme, termasuk dalamnya sufisme, ialah kesadaran akan adanya komunikasi dan dialog antara roh manusia dengan Tuhan dengan mangasingkan diri dan berkontemplasi. Kesadaran berada dekat dengan Tuhan itu dapat mengambil bentuk ittihad, bersatu dengan Tuhan.


Tasawwuf merupakan suatu ilmu pengetahuan dan sebagai ilmu pengetahuan, tasawwuf atau sufisme mempelajari cara dan jalan bagaimana seorang islam dapat berada sedekat mungkin dengan Allah Swt.

Asal Kata Sufi
Tasawwuf berasal dari kata sufi. Menurut sejarah, orang yang pertama memakai kata sufi adalah seorang zahid atau ascetic bernama Abu Hasyim Al-Kufi di Irak (w. 150 H). Dengan meletakkan Al-Sufi di belakang namanya menjadi Abu Hasyim Al-Sufi. Dalam Sejarah islam sebelum muncul aliran Tasawwuf, terlebih dahulu muncul aliran zuhud. aliran zuhud timbul pada abad I dan permulaan abad II Hijriyyah.
sedangkan mengenai Etimologi atau asal kata sufi seringkali di kemukakan teori-teori berikut :
  1. Ahl al-suffah orang-orang yang ikut pindah dengan nabi dari mekah ke madinah, dan karena kehilangan harta, berada dalam keadaan miskin dan tak mempunyai apa-apa. Mereka tinggal di Mesjid Nabi dan tidur di atas bangku batu dengan memakai pelana sebagai bantal, pelana si sebut suffah. Dalam bahasa inggrisnya Saddle-Cushion dan kata sofa dalam bahasa Eropa berasal dari kata suffah. Sungguhpun miskin ahl-suffah berhati baik dan mulia. Sifat tidak mementingkan keduniaan, miskin, berhati baik dan mulia itulah sifat-sifat kaum sufi.
  2. Saf pertama. Sebagaimana halnya dengan orang yang sembahyang di saf pertama mendapat kemuliaan dan pahala, demikian pula kaum sufi dimuliakan Allah dan diberi pahala.
  3. Sufi, yaitu suci. Seorang sufi adalah orang yang di sucikan dan kaum sufi adalah orang-orang yang telah mensucikan dirinya melalui latihan berat dan lama.
  4. Sophos, kata Yunani yang berarti hikmat. Orang sufi betul ada hubungannya dengan hikmat.
  5. Suf, kain yang dibuat dari bulu yaitu wol. Hanya kain wol yang dipakai kaum sufi adalah wol kasar dan bukan wol halus seperti sekarang. memakai wol kasar pada waktu itu adalah simbol kesederhanaan dan kemiskinan. Kaum sufi sebagai golongan yang hidup sederhana dan dalam keadaan miskin, tetapi berhati suci dan mulia.
Diantara kelima teori di atas, yang banyak diterima ialah teori yang kelima sebagai asal kata sufi.
Menurut para ahli, zuhud adalah fase yang mendahului tasawwuf. Menurut Harun Nasution, Perihal yang terpenting bagi seorang calon sufi ialah zuhud, yaitu keadaan meninggalkan dunia dan hidup kematerian. Sebelum menjadi sufi seorang calon sufi harus terlebih dahulu menjadi zahid. Sesudah zahid barulah ia meningkat menjadi sufi, dengan demikian tiap sufi adalah zahid dan sebaliknya tidak setiap zahid merupakan sufi.

Menurut Wafa At-Taftazani, zuhud adalah merupakan hikmah pemahaman yang membuat seseorang memiliki pandangan khusus terhadap kehidupan duniawi, At-Taftazani juga mengatakan, mereka tetap bekerja dan berusaha, tetapi kehidupan duniawi itu tidak menguasai kecenderungan kalbunya dan tidak membuat mereka mengikngkari Tuhannya. Zuhud adalah identik dengan kemiskinan atau tidak harus bersyarat kemiskinan, bahkan terkadang seseorang itu kaya, tapi disaat yang sama ia pun zahid. Utsman bin Affan dan Abdurrahman ibnu Auf adalah para hartawan, tapi keduanya adalah para zahid dengan harta yang mereka miliki.

Zuhud menurut Nabi Muhammad Saw serta para sahabatnya, tidak berarti berpaling secara penuh dari hal-hal duniawi, tetapi sikap moderat atau jalan tengah dalam menghadapi segala sesuatu. Sebagaimana diisyaratkan firman-firman Allh berikut :
  • Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan (QS. Al-Baqarah, 2:143).
  • Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi (QS. Al-Qashash, 28:77).
Nabi Muhammad Saw bersabda, bekerjalah untuk duniamu seakan kamu akan hidup selamanya, dan bekerjalah atau beribadahlah untuk akhiratmu seakan kamu akan mati esok hari.
Zuhud merupakan suatu maqam yang penting dalam tasawwuf, ini dapat dilihat dari pendapat ulama tasawwuf yng mencantumkan zuhud dalam pembahasannya, meskipun dengan sistematika yang berbeda.
  1. Al-Ghazali menempatkan zuhud dalam urutan sistematika maqam ; Taubah, shabr, faqr, zuhud, tawakkul, mahabbah, ma'rifat, ridha.
  2. Ath-Thusy menempatkan zuhud dalam urutan sistematika maqam ; Taubah, wara, zuhud, faqr, shabr, ridha, tawakkul, ma'rifah.
  3. Al-Qusyairi menempatkan zuhud dalam urutan sistematika maqam ; Taubah, wara, zuhud, tawakkul, ridha.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar